Dari Blogspot ke Dunia Coding: "Sebuah Perjalanan Panjang"
Saya seringkali merasa seperti sedang berada di tengah pusaran arus informasi yang tak pernah berhenti. Di tengah kesibukan mengurus keluarga dan pekerjaan, saya selalu berusaha untuk tidak berhenti belajar. Prinsip 'Carpe Diem' selalu saya pegang teguh: "lakukan sekarang, hajar aja dulu! Itulah mengapa saya memutuskan untuk memulai perjalanan belajar coding secara otodidak. Bukan karena ambisi menjadi programmer profesional, tapi lebih karena rasa ingin tahu yang tak pernah padam."
Perjalanan ini dimulai sekitar tahun 2009. Saat itu, saya masih asing dengan dunia pemrograman. Saya mulai dengan mempelajari HTML dan CSS, yang kemudian saya gunakan untuk mendesain ulang template Blogspot saya. Rasanya seperti membuka gerbang menuju dunia baru yang penuh dengan kemungkinan. Saya ingat betul bagaimana saya terpukau melihat bagaimana kode sederhana bisa mengubah tampilan sebuah halaman web. Namun, tentu saja, perjalanan ini tidak selalu mulus. Ada banyak sekali kesalahan yang saya lakukan, banyak sekali sintaks yang salah, dan banyak sekali waktu yang saya habiskan untuk mencari solusi dari berbagai forum online.
Banned Adsense dan Menemukan Kembali Diri
Di tahun 2011, saya mengalami pukulan berat di dunia blogging. Google Adsense yang selama ini menjadi sumber penghasilan saya tiba-tiba dibanned secara massal di Indonesia. Ini adalah pukulan telak bagi saya. Saya sudah bekerja keras membangun blog tutorial Photoshop yang memiliki trafik lumayan setiap harinya. Tiba-tiba, semua itu hancur berantakan. Saya merasa sangat kecewa dan frustrasi. Kebodohan saya di masa lalu, mungkin karena terlalu fokus mencari uang dari blogging, akhirnya menghantui saya.
Setelah banned Adsense, saya terpaksa kembali ke rutinitas kerja yang lebih konvensional. Saya bekerja sebagai editor foto di salah satu studio foto terbesar di kota saya. Kemudian, saya memutuskan untuk menjadi fotografer lepas dan videografer acara pernikahan. Saya berhenti menerima jasa edit video beberapa tahun kemudian. Meskipun saya tidak lagi aktif di dunia blogging, saya tidak pernah berhenti belajar. Saya selalu berusaha untuk memperluas pengetahuan saya tentang teknologi, meskipun hanya sekadar mengikuti perkembangan terbaru.
Blogspot Kedua: "Memasarkan Komponen Elektronik"
Sekitar tahun 2013-an (saya lupa tahun tepatnya), saya kembali berkutat dengan Blogspot. Kali ini, tujuan saya bukan untuk mencari uang dari Adsense. Tujuan saya adalah untuk memasarkan komponen elektronik untuk industri yang area pemasarannya ke seluruh Indonesia. Proyek ini merupakan kolaborasi dengan adik kandung saya. Kami tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan website untuk mempromosikan produk kami.
Blogspot penjualan komponen elektronik ini akhirnya mendapatkan trafik setelah saya melakukan optimasi SEO secara rutin. Kurang lebih dalam waktu enam bulan, kami mendapatkan konsumen pertama. Ini adalah pencapaian yang sangat membahagiakan bagi kami. Tentu saja, saya bukanlah seorang SEO expert. Saya hanya mencoba berbagai metode secara trial and error. Namun, ternyata metode tersebut berhasil.
Dengan adanya trafik, tentu saja, kami mendapatkan penghasilan. sewa hosting kemudian saya mulai mempelajari WordPress. Tujuan saya adalah untuk membuat website yang lebih profesional dan tidak terlihat "malu-malu" lagi. Itulah alasan sederhana yang mendorong saya untuk beralih ke WordPress.
Mempelajari PHP dan Menghadapi Tantangan
Setelah beralih ke WordPress, saya mulai mempelajari PHP. Saya tidak memiliki latar belakang yang kuat dalam pemrograman. Pengetahuan saya tentang PHP hanya berasal dari pemahaman dasar tentang HTML dan CSS yang saya pelajari saat menggunakan Blogspot. Namun, saya memaksakan diri untuk belajar PHP karena saya ingin bisa memperbaiki error-error kecil yang suka nongol akibat konflik plugin atau masalah lainnya.
Tentu saja, belajar PHP tidaklah mudah. Saya seringkali merasa frustrasi dan kewalahan. Namun, saya tidak menyerah. Saya terus belajar dan mencoba berbagai cara untuk mengatasi masalah yang muncul. Saya membaca dokumentasi PHP, mengikuti tutorial online, dan bertanya kepada teman-teman yang lebih berpengalaman. Proses belajar ini membutuhkan waktu dan kesabaran yang sangat besar.
Jatuh Cinta pada Astro: "Solusi untuk Website Lambat"
Di tahun 2026, saya menemukan Astro. Awalnya, saya tertarik dengan Astro karena saya ingin menyelesaikan masalah loading WordPress yang terasa sangat lambat. Dari situ, saya mulai mencari tahu lebih banyak tentang SSG (Static Site Generator). Saya mencari tahu lebih banyak tentang SSG dan akhirnya menemukan Astro.
Sebelum beralih ke Astro, saya sempat mencoba beberapa SSG lainnya, seperti Next.js dan kawan-kawannya. Namun, saya merasa bahwa Astro adalah yang paling cocok untuk kebutuhan saya. Astro menawarkan performa yang sangat baik, fleksibilitas yang tinggi, dan kemudahan penggunaan.
Sejak saat itu, saya secara bertahap memigrasikan hampir semua website yang saya urus ke Astro. Proses migrasi ini memang sangat melelahkan. Awalnya, saya bingung bagaimana cara memindahkan data dari WordPress ke Astro. Saya mencoba berbagai metode, tetapi tidak ada yang terasa cocok.
Akhirnya, saya menemukan metode yang lumayan cocok untuk saya. Saya menggunakan plugin WordPress WP All Export untuk mengekspor data dari WordPress ke format CSV. Kemudian, saya mengimpor CSV tersebut ke Google Sheets. Selanjutnya, saya menggunakan Google Apps Script untuk merender Google Sheets menjadi halaman-halaman seperti halaman-halaman WordPress saya sebelumnya.
Dengan metode ini, saya tidak kehilangan trafik yang sudah ada dari Google Search. Ini adalah solusi yang sangat efektif untuk kasus saya. Mungkin ada solusi lain yang lebih baik, tetapi saya sendiri mungkin yang belum mengetahuinya.
Refleksi dan Langkah Selanjutnya
Perjalanan belajar coding saya masih panjang. Saya masih banyak hal yang perlu dipelajari dan dikuasai. Namun, saya tidak pernah berhenti untuk belajar dan mencoba hal-hal baru. Saya percaya bahwa dengan semangat 'Carpe Diem' dan kerja keras, saya bisa mencapai tujuan saya.
Saya berharap kisah perjalanan belajar saya ini bisa menginspirasi Anda untuk memulai perjalanan Anda sendiri. Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru. Jangan takut untuk gagal. Yang terpenting adalah terus belajar dan tidak pernah menyerah.
Saya akan terus berbagi pengalaman dan pengetahuan saya tentang dunia coding di blog ini. Mari kita belajar dan berkembang bersama!



