Halo! Saya Boim. Saya adalah seorang pembelajar otodidak, yang saat ini sedang menikmati serunya dunia coding di era kecerdasan buatan (AI).
Halaman ini bukan sekadar CV formal, melainkan cerita jujur tentang perjalanan panjang saya—dari mengetik kode HTML pertama di Blogspot hingga akhirnya jatuh cinta pada arsitektur web modern seperti Astro.
Carpe Diem!
Dalam hidup dan belajar, saya memegang teguh prinsip "Carpe Diem"—lakukan sekarang, hajar aja dulu! Saya percaya bahwa rasa ingin tahu tidak boleh ditunda karena ketakutan. Ketika teknologi bergerak secepat kilat, pilihan kita hanya dua: ikut mengalir dan beradaptasi, atau tertinggal. Saya memilih untuk terus mendayung di tengah derasnya arus tersebut.
Liku-Liku yang Membentuk Saya
Dunia teknologi dan digital bukan hal baru bagi saya, namun perjalanannya penuh dengan belokan tajam:
- Era Awal (2009 - 2011): Perjalanan ini dimulai dari rasa penasaran. Saya mulai mengulik HTML dan CSS secara otodidak hanya untuk mendesain template Blogspot. Di era ini, saya sempat membangun blog tutorial Photoshop yang sukses mendatangkan trafik, hingga akhirnya merasakan hantaman berat saat akun Google Adsense saya terkena banned massal.
- Dunia Kreatif & Visual: Setelah badai Adsense, saya kembali ke dunia konvensional yang saya cintai. Saya bekerja sebagai editor foto di salah satu studio foto terbesar di kota saya, sebelum akhirnya memutuskan menjadi fotografer lepas dan videografer wedding. Pengalaman ini mengasah sisi kreativitas dan visual saya.
- Kembali ke Web & Mengenal PHP (2013): Bersama adik kandung, saya kembali memanfaatkan Blogspot untuk memasarkan komponen elektronik industri ke seluruh Indonesia. Lewat eksperimen SEO trial and error, proyek ini berhasil. Demi tampil lebih profesional, saya bermigrasi ke WordPress dan memaksa diri mempelajari PHP demi memperbaiki error atau konflik plugin secara mandiri.
Titik Balik: Jatuh Cinta pada Astro
Memasuki tahun 2026, saya menghadapi masalah klasik WordPress: performa loading yang lambat. Pencarian solusi membawa saya ke dunia Static Site Generator (SSG). Setelah bereksperimen dengan Next.js dan framework lainnya, pilihan hati saya jatuh kepada Astro.
Astro menawarkan kecepatan, fleksibilitas, dan kesederhanaan yang saya butuhkan. Kini, saya aktif memigrasikan website yang saya kelola ke Astro. Saya bahkan mengembangkan alur kerja unik menggunakan kombinasi WP All Export, Google Sheets, dan Google Apps Script untuk merender halaman statis tanpa kehilangan trafik SEO yang sudah dibangun bertahun-tahun.
Menghadapi Era AI: Paradigma Baru Belajar Ngoding
Dulu, menguasai skill seperti coding atau editing video adalah investasi puluhan tahun karena proses belajarnya yang "berdarah-darah" lewat tebalnya dokumentasi dan sintaksis. Sekarang, di era AI, sebuah website estetik atau aplikasi berbasis database bisa diwujudkan dalam hitungan menit lewat bantuan AI Agent.
Apakah belajar ngoding menjadi sia-sia? Tentu tidak.
Bagi saya, kehadiran AI bukan akhir dari belajar, melainkan sebuah perubahan paradigma. AI mengambil alih tugas-tugas repetitif dan sintaksis yang membosankan, sementara kita sebagai manusia bisa fokus pada hal yang paling krusial:
- Memahami konsep dasar (algoritma, logika, dan struktur data).
- Berpikir kritis dan memecahkan masalah (problem solving).
- Berkreasi mengarahkan teknologi untuk menciptakan solusi nyata.
Mari Bertumbuh Bersama
Blog ini adalah tempat saya mendokumentasikan catatan perjalanan, kegagalan, eksperimen teknologi, dan isi kepala saya. Saya bukan seorang expert yang tahu segalanya, melainkan seorang praktisi yang senang mencoba hal baru.
Jangan biarkan ketakutan akan cepatnya perubahan membelenggu kita. Mari jadikan era AI ini sebagai peluang untuk membuka potensi diri yang lebih tinggi.
Selamat membaca, dan mari belajar serta berkembang bersama!